Ini teruntuk kamu yang impiannya sudah liar hanya melihat hasil kemenangan beruntun di awal liga. Tidak, kita belum akan memenangkan Liga Inggris. Tidak dengan pertahanan yang kadang suka bercanda.

Sebuah pepatah mengatakan, yang sempat juga diucapkan oleh Josh Kroenke pada sebuah wawancara baru-baru ini bersama BBC, “Kamu hanya sehebat pertandingan terakhirmu.” Dan itulah yang kita rasakan saat ini, kebahagiaan setelah memenangkan dua pertandingan pembuka kita di Liga Inggris.

Tidak pantaskah kita berbahagia? Tentu saja. Setiap hasil positif harus dirayakan.

Tetapi layaknya hukum fisika, semakin tinggi kamu terbang, maka semakin sakit ketika kamu jatuh… apalagi kalau tidak menggunakan parasut. Nah, di sinilah pentingnya parasut kita dijaga agar tidak bocor, caranya dengan menjaga ekspektasi untuk tidak berlebihan.

Sebuah kemenangan melawan Liverpool tentu akan sangat menyenangkan, sebuah kesempatan juga untuk meledek teman-teman merah bango kita yang mungkin sedang jumawa-jumawanya dengan titel Champions dan Super Cup. Sebuah kepuasan tersendiri jika kita bisa menarik mereka sedikit ke bumi, sembari menikmati puncak klasemen.

Itu skenario terbaiknya, dan saya pun berharap hal itu terjadi. Bahkan kalau bisa membantai mereka 5-0 lebih bagus lagi. Tapi kita juga harus realistis dan legowo jika hasil yang dicapai kurang maksimal.

Pasalnya, Arsenal masih dalam masa transisi (ya, meski Emery sudah setahun di sini) dan bukan hal mudah untuk melawan Liverpool dengan trisula penyerang mereka yang sudah klopp (pun intended) sejak beberapa musim. Belum lagi Van Dijk sang raksasa. Untungnya, tim Manuk Merah kehilangan Alisson dan harus memanfaatkan kiper baru mereka Adrian sebaik mungkin.

Apakah ini namanya pesimis? Menurut saya tidak, tetapi ini lebih kepada melihat dengan perspektif yang lebih luas, bahwa perjalanan masih panjang dan masih ada proses yang harus dilakukan untuk mencapai performa terbaik.

Begitulah, perjalanan menuju performa terbaik masih panjang, dengan pemain baru yang kebanyakan belum fit. Saya tetap yakin senor Emery memiliki rencana bagus untuk menetralkan Liverpool, ia selalu bisa membuat Arsenal lebih beringas di pertandingan besar. Tetapi jaga ekspektasi supaya tak hancur hatimu jika kenyataan yang datang malah pahit.

Jadi kapan kita bisa sesumbar? Mari kita tunggu hasil dua pertandingan ke depan. Selepas Liverpool dan Sp*rs terlewati.

One thought on “Jelang Liverpool: Mengerem ekspektasi agar tak frustrasi

Leave a Reply