Pertandingan Arsenal melawan Burnley kemarin merupakan sebuah panggung bagi Ceballos untuk menunjukkan kebolehannya di Emirates Stadium, dan ia berhasil pulang dengan tepuk tangan meriah dari Gooners.

Tak jarang dalam sepakbola, kegemilangan seseorang menjadi kesuraman bagi orang lain. Bangkitnya Hector Bellerin menjadi vonis berakhir prematurnya karier Mathieu Debuchy di Arsenal (selain karena cedera), lalu kecekatan Leno mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat Petr Cech yakin untuk menggantung sarung tangannya, dan seterusnya (boleh kamu isi sendiri di sini).

Lalu bagaimana dengan Ceballos, siapakah yang akan menjadi korbannya?

Banyak fans yang mulai menjatuhkan vonis itu kepada Mesut Ozil, sampai ada yang bilang bahwa ketidakhadiran pemain asal Jerman itu tidak terasa. Saya sendiri tidak sependapat, saya justru merasa yang akan terjadi adalah sebaliknya. Kehadiran Ceballos akan membuat Ozil menggila.

Kalau kamu menyusuri timeline media sosial, maka banyak muncul yang membandingkan Ceballos dengan sang maestro lapangan tengah Arsenal dulu, Santi Cazorla. Seorang pemain yang kualitasnya begitu dirindukan. Seorang pemain yang cederanya mungkin menjadi salah satu faktor terbesar kita gagal masuk empat besar, atau bahkan menjadi juara pada musim 2015/2016 ketika Leicester City meraja.

Ingatkah kamu, musim itu juga merupakan musim terbaik dari Mesut Ozil? Musim di mana ia mampu menggelontorkan 19 assist, yang sebagian besarnya ia lakukan di paruh awal musim, ketika Cazorla masih sehat wal afiat. Hingga akhirnya Cazorla cedera lutut pada November dan baru bermain kembali pada pertandingan terakhir.

Hasilnya, assist dari Ozil pun seret, sama seperti perjuangan Arsenal untuk mempertahankan peringkat pertama.

Ozil kehilangan sosok Cazorla yang mampu menjadi pengantar bola dari belakang ke tengah, atau tengah ke depan. Ia meringankan tugas Ozil untuk menjaga kepemilikan bola, merangsek keluar dari pressing ketat lawan dan membuat ruang kosong di antara lapangan tengah dan pertahanan lawan. Ruang kosong inilah habitat yang paling nyaman bagi Ozil untuk beroperasi.

Lewat kemampuan dribbling dan determinasi yang sama dari Ceballos, skillset Cazorla yang dirindukan oleh kita (dan Ozil) itu bisa hadir kembali di lini tengah Arsenal. Yang diperlukan tinggal kesehatan jasmani dan rohani Ozil yang terus terjaga.

Inilah kesempatan baginya untuk menyatukan kembali hati seluruh fans Arsenal (di mana sebagian begitu mencintainya sementara sebagian membencinya). Dari apa yang terlihat di pramusim, Ozil terlihat memiliki determinasi yang lebih tinggi, sayang kasus kriminal yang menimpanya membuat progres itu terhambat.

Kini semoga ia dapat melaluinya dengan baik dan mengambil kesempatan ini sepenuhnya, karena di belakangnya ada Joe Willock yang muda, bertenaga, dan mencintai Arsenal yang tampil impresif sejauh ini.

Lalu siapa yang paling dirugikan oleh kebangkitan Ceballos? Dialah Granit Xhaka. Kecurigaan saya atas terancamnya Xhaka didepak dari posisi starter adalah ketika Emery masih enggan menentukan kapten, tampaknya ia masih ragu apakah pemain Swiss itu akan bermain secara reguler. Pada tautan di atas kamu bisa membacanya lebih rinci.

Baca juga: Rating pemain Arsenal vs Burnley

Posisi dan peran Xhaka saat ini diisi dengan baik oleh Ceballos, yang pada pertandingan melawan Burnley tak hanya menjadi pemain dengan operan terbanyak, tetapi juga gocekan terbanyak pula. Artinya, ia tak hanya bisa menjadi metronom permainan layaknya Xhaka, tetapi juga bisa menembus lini tengah lawan dan menggeliat melewati tekanan, sesuatu yang tak bisa dilakukan Xhaka (dan ketika ia mencoba sering berbuah kemalangan).

Satu hal saja yang kurang dari Ceballos… ia hanya pemain pinjaman. Itu saja. Untuk hal ini kami berserah kepada kalian, Raul dan Edu.

2 thoughts on “Kecemerlangan Ceballos, awal dari kebangkitan Ozil?

Leave a Reply